Blog

Aplikasi Apple Lebih Berisiko Dari pada Android

Posted by [email protected] on April 18, 2015 at 12:55 AM

Aplikasi Apple lebih berisiko dari pada android?. Tiap-tiap basis System Operasi (OS) smartphone atau tablet, mempunyai kekurangannya semasing. Beberapa waktu terakhir suatu studi yang dikerjakan oleh Appthority tunjukkan bahwa, aplikasi gratis di iOS Apple Inc (iPhone serta iPad) mempunyai resiko privacy yang semakin besar, dibanding aplikasi gratis di Android.




Appthority tunjukkan bahwa, 60 % dari 10 aplikasi top di pasar aplikasi AppStore. Yang terbagi dalam lima kelompok, diduga membagi data pemakai pada pengiklan serta perusahaan analitik, sedang di Android cuma 50 %.


Aplikasi Android kerap dikira membawa malware serta virus. Walau saya tidak pernah merasakannya, tetapi sangat banyak berita yang menyampaikan bahwa resiko terserang virus atau malware semakin besar di Android. Tidak paham juga, apakah ini sejenis kampanye negatif untuk menghadang laju Android yang semakin hari semakin tak terbendung.


Tetapi bila lihat berita terbaru, tiap-tiap basis atau OS smartphone/tablet mempunyai kekurangannya semasing. Beberapa waktu terakhir suatu studi yang dikerjakan oleh Appthority tunjukkan bahwa aplikasi gratis di iPhone serta iPad (iOS Apple Inc.) mempunyai resiko privacy yang semakin besar dibanding aplikasi gratis di Android. Appthority tunjukkan bahwa 60% dari 10 aplikasi top di pasar aplikasi AppStore yang terbagi dalam lima kelompok diduga membagi data pemakai pada pengiklan serta perusahaan analitik, sedang di Android cuma 50%.


Lebih jauh seperti dicatat oleh readwrite :


A full 60% of iOS apps gathered your location data, 54% vacuumed up your contact lists and 14% siphoned information from your calendar. With Android apps, those percentages were 42%, 20% and zero.


Pertanyaannya sudah pasti kenapa aplikasi gratis di AppStore Apple Inc. lebih berisiko dengan cara privacy?


Pertama, pengiklan ingin membayar lebih mahal pada data pemakai iOS. Dengan hal tersebut developer terdorong untuk menghimpun data pemakai sejumlah mungkin saja. Selanjutnya lantaran aplikasi developer ini gratisan, sudah pasti mereka cuma dibayar dari iklan yang nampak di aplikasi mereka. Semakin banyak info pemakai yang dipunyai developer, seperti rumah, kontak serta yang lain, jadi senjata bagus untuk developer beroleh duit dari jaringan iklan. Info pemakai yang dibagi itu sudah pasti dapat mengarahkan iklan yang tampak tambah baik.


Ke-2, developer di iOS iPhone serta iPad semakin banyak hingga persaingan untuk merebut pemakai lebih keras. Bila memakai langkah berkompetisi umum mungkin saja mereka akan tidak laris sehinga mereka mengkompromikan data pemakai yang mereka kumpulkan lewat aplikasi yang digunakan pemakai. Data pemakai ini sudah pasti makanan empuk jaringan pengiklan untuk membuahkan iklan yang lebih pas tujuan.


Ketiga harga aplikasi murah atau bahkan juga gratis. Dengan harga yang murah bahkan juga gratis sudah pasti bakal susah untuk developer untuk dapat beroleh keuntungan. Nah dengan mengkompromikan privacy pemakai, developer bisa mencapai semakin banyak duit dari jaringan pengiklan.


Bila kita saksikan aplikasi gratis semakin banyak di Google Play dibanding AppStore Apple Inc., tetapi berdasar pada studi diatas nyatanya resiko privasinya lebih kecil. Nampaknya daya tarik pemakai iOS yang umumnya sangatlah banyak memakai aplikasi dan dijagokan juga sebagai pemakai kelas elite jadi argumen untuk besarnya resiko privacy di aplikasi gratis di iPhone serta iPad.


Sumber: Viva.co.id

Categories: aplikasi smartphone

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments